Loading...
Ketika
menunaikan shalat, pernahkah Anda lupa berapa rakaat yang telah
dikerjakan namun justru teringat sesuatu yang dilupakan dan sedang di
cari tetapi tak kunjung di temukan?
Beberapa
orang mungkin pernah mengalaminya, misalnya saja lupa menaruh hand
phone, kunci motor/mobil, surat-surat penting, nama teman lama, dan
sebagainya.
Sudah
di cari atau diingat-ingat hingga terasa pusing tujuh keliling tetapi
tak jua ditemukan. Namun ketika menunaikan shalat, jawaban dari sesuatu
yang sedang dicari itu justru malah terlintas di pikiran.
Bukan
itu saja, beberapa orang mungkin juga pernah mengalami lupa jumlah
rakaat shalat karena teringat tentang masa lalu, yang baru saja
dikerjakan,
atau
rencana yang akan dilakukan setelah selesai shalat, barang yang sedang
di cari dan belum ketemu, bahkan bisa saja tiba-tiba mengingat.
Dari
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam
bersabda,”Apabila dikumandangkan panggilan shalat (azan), maka setan
membelakangi sambil kentut sehingga tidak mendengar azan.
Apabila azan itu telah selesai, maka ia datang lagi. Sehingga, apabila diiqamati untuk shalat, maka ia membelakangi lagi.
Apabila
iqamah itu telah selesai maka ia datang. Sehingga, ia melintaskan
pikiran antara seseorang dan dirinya (dan dalam satu riwayat: dan
hatinya).
Ia
berkata, ‘Ingatlah ini, ingatlah ini!’ Yaitu, ia mengingatkan kepada
orang itu sesuatu yang tidak diingatnya (lalu dikacaukan pikirannya).
Sehingga, orang itu tidak mengetahui berapa rakaat ia shalat.
Maka,
apabila seseorang dari kamu tidak mengetahui apakah ia telah shalat
tiga rakaat ataukah empat rakaat, maka hendaklah ia sujud dua kali
(dalam satu riwayat: dua kali sujud sahwi) sambil duduk.” (HR. Bukhari).
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
”Sesungguhnya
setan, apabila mendengar azan untuk shalat, ia berlari sambil
terkentut-kentut sampai tidak mendengarnya lagi. Ketika azan telah
berhenti, ia kembali menghasut. Apabila mendengar iqamat, ia pergi
sampai tidak mendengarnya. Ketika iqamat telah berhenti, ia kembali
menghasut lagi.” (HR. Muslim).
Ternyata
si pembuat lupa jumlah rakaat shalat adalah akibat gangguan dari setan
yang bernama Khanzab (ada yang menyebutnya Khinzib), ia juga
menggelincirkan lidah hingga membuat salah dalam bacaan.
Sahabat Utsman bin Affan bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku.”
Beliau
bersabda, “Itulah setan yang disebut dengan khanzab, jikau engkau
merasakan kehadirannya maka bacalah ta’awudz kepada Allah dan meludah
kecillah ke arah kiri tiga kali.” (HR. Ahmad).
Itulah
setan spesialis penggoda shalat yang bernama Khanzab/Khinzib. Ia akan
senantiasa mengganggu agar tidak khusuk ketika menunaikan ibadah shalat
sehingga menjadi lupa berakaat yang telah dikerjakan.
Sesuai di atas, untuk mengusirnya bacalah ta’awudz kepada Allah dan meludah kecillah ke arah kiri tiga kali.
Setan
akan menjadi penggoda dalam kehidupan manusia, menurut tugasnya mereka
mempunyai nama yang berbeda-beda sehingga beda tugas berbeda pula
setannya.
Jadi selain khanzab masih banyak lagi nama-nama setan spesialis lainnya yang akan selalu menggoda/menyesatkan manusia.
Seperti setan Walhan yang menimbulkan was-was ketika berwudu dan shalat, setan Ruhaa bertugas membuat seseorang malas untuk menunaikan shalat tahajud dan shalat subuh.
Ada juga setan Dasim bertugas
di dalam rumah, ia akan duduk dan makan bersama dengan seseorang yang
tidak membaca basmalah/menyebut nama Allah ketika makan juga membuat
ketidakharmonisan dalam rumah tangga antara suami dan istri.