Loading...
Isteri yang bersyukur
atas segala kurnia Allah pada hakikatnya dirinya sedang mengajak
tambahan nikmat untuk suaminya. Tergolong rezeki. Punya suami,
bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak boleh mengaji, bersyukur.
Suami memberbagi nafkah, bersyukur. Suami memberbagi hadiah, bersyukur.
Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberbagi kenikmatan
sebagai suami isteri, bersyukur.
“Dan ingatlah ketika
Tuhanmu memaklumkan: apabila kalian bersyukur, tentu Kami bakal
meningkatkan (nikmat) kepadamu serta apabila kalian mengingkari
(nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).
2. Isteri yang tawakal terhadap Allah
Di saat seseorang bertawakkal terhadap Allah, Allah bakal mencukupi rezekinya.
“Dan barangsiapa yang bertawakkal terhadap Allah nescaya Allah bakal mencukupkan (kebutuhan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).
Apabila seorang isteri
bertawakkal terhadap Allah, sementara dirinya tidak bekerja, dari mana
dirinya dicukupkan rezekinya. Allah bakal mencukupkannya dari jalan
lain, tidak semestinya Allah memberbagi rezeki dengan cara semakin
terhadap si isteri. Boleh sehingga Allah bakal memberbagi rezeki yang
tidak sedikit terhadap suaminya, lalu suami tersebut memberbagi nafkah
yang lumayan terhadap dirinya.
3. Isteri yang baik agamanya
Rasulullah membahas bahwa wanita dinikahi sebab empat perkara. Kerana hartanya, kecantikannya, keturunannya serta agamanya.
“Pilihlah kerana agamanya, nescaya kalian beruntung” (HR. Al Bukhari serta Muslim).
Beruntung itu beruntung
di dunia serta di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya
adalah dimudahkan memperoleh rezeki yang halal.
Cuba kami perhatikan,
insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat
terhadap Allah kemudian mereka mati kelaparan. Lalu bagaimana dengan
seorang suami yang tidak sedikit bermaksiat terhadap Allah tetapi
rezekinya lancar? Boleh sehingga Allah hendak memberbagi rezeki terhadap
isteri serta anak-anaknya melewati dirinya. Sehingga berkah taqwa
isterinya serta bayi alias anak kecilnya yang belum berdosa, Allah
kemudian memudahkan rezekinya. Suami seperti itu sebetulnya berhutang
pada isterinya.
4. Isteri yang tidak sedikit beristighfar
Di antara keutamaan
istighfar adalah mendatangkan rezeki. Faktor itu boleh dilihat dalam
Surat Nuh ayat 10 sampai 12. Bahwa dengan mempertidak sedikit istighfar,
Allah bakal mengirimkan hujan serta mempertidak sedikit harta.
“Maka aku katakan
terhadap mereka, ‘Mohonlah ampun terhadap Tuhanmu’, sesunguhnya Dirinya
adalah Maha Pengampun, nescaya Dirinya bakal mengirimkan hujan kepadamu
dengan lebat, mempertidak sedikit harta serta anak-anakmu, mengadakan
untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai
untukmu”(QS. Nuh : 10-12).
5. Isteri yang gemar silaturahim
Istri yang gemar
menyambung silaturahim, baik terhadap orang tuanya, mertuanya, sanak
saudaranya, serta saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang
menolong suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim
adalah dilapangkan rezekinya serta dipanjangkan umurnya.
“Siapa yang suka
dilapangkan rezekinya serta dipanjangkan umurnya hendaklah dirinya
menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari serta Muslim).
6. Isteri yang suka bersedekah
Istri yang suka
bersedekah, dirinya juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki
suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan
dalam surat Al Baqarah, bakal dilipat gandakan Allah sampai 700 kali
ganda.
Apabila isteri diberi
nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin
tidak langsung dibalas melewatinya. Tetapi boleh sehingga dibalas
melewati suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya
berlimpah.
“Permisalnyaan
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada
seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang
Dirinya kehendaki. Serta Allah Mahaluas lagi Maha Mengenal.” (QS. Al
Baqarah: 261).
7. Isteri yang bertaqwa
Orang yang bertaqwa
bakal memperoleh jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan
ia bakal memperoleh rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 serta 3.
“Barangsiapa bertaqwa
terhadap Allah, niscaya Dirinya bakal mengadakan jalan keluar baginya
serta memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At
Thalaq: 2-3).
8. Isteri yang rutin mendoakan suaminya
Apabila seseorang ingin
memperoleh sesuatu, ia butuh mengenal siapakah yang mempunyainya. Ia
tidak boleh memperoleh sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.
Begitulah rezeki. Rezeki
sebetulnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha
Pemberi rezeki. Maka jangan hanya menginginkan usaha semata-mata tetapi
pertidak sedikitlah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami supaya
senantiasa memperoleh limpahan rezeki dari Allah, serta yakinlah apabila
isteri berdoa terhadap Allah untuk suaminya tentu Allah bakal
mengabulkannya.
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu nescaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60).
9. Isteri yang gemar solat dhuha
Shalat dhuha adalah
shalat sunnah yang menarik keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara
dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah terhadap setiap
sendi badan kita. Solat dhuha empat rakaat, Allah bakal menjamin
rezekinya sepanjang hari.
“Di dalam tubuh manusia
tersedia 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.”
Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang sanggup meperbuat itu
wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada
di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang
mengganggu dari jalan adalah Maka apabila engkau tidak menemukannya
(sedekah setidak sedikit itu), maka dua raka’at Dhuha telah
mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)
Allah ‘Azza wa Jalla
berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di
awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”(HR.
Ahmad).
10. Isteri yang taat serta melayani suaminya
Salah satu keharusan isteri terhadap suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami dirinya taatinya.
Apa hubungannya dengan
rezeki? Ketika seorang isteri taat terhadap suaminya, maka hati suaminya
pun tenang serta damai. Ketika hatinya damai, ia boleh berfikir lebih
baik serta kreativiti dalam pemikiran juga muncul. Semangat kerjanya pun
menggebu. Ibadah juga lebih tenang, rezeki mengalir lancar.
