Dalam suatu hubungan itu pasti akan ada saatnya tumbuh rasa jemu,
bosan atau perasaan yang berubah dan berbeda. Rasa itu wajar, semua
orang pasti mengalaminya.
Begitu juga keinginan mendua, godaan untuk mendua, entah untuk
sekedar iseng atau pun seriuasan. Pastilah banyak orang yang berfikir
ingin melakukan itu, namun yang enggak wajar adalah jika mereka menuruti
kemauan tersebut.
Selalu ingatlah, bahwa sekuat apapun godaan untuk mendua, selingkuh itu hanya akan menghasilkan luka dan dosa.
Terjadinya perselingkuhan itu bukan karena adanya kesempatan dan peluang, tapi karena adanya kemauan dari dirinya masing-masing.
Bicara soal kesempatan, semua orang pasti punya peluang dan
kesempatan selingkuh, namun hanya orang yang pandai bersyukur dan
berterimakasihlah yang enggak bakalan mau selingkuh.
Suatu saat nanti mereka yang mengkhianati pasangannya demi mencari
kebahagiannya sendiri akan menyadari bahwa kebahagiannya adalah yang
ditinggalkannya.
Akan hidup dalam penyesalan orang-orang yang menduakan pasangannya hanya demi.kebahagiannya sendiri.
Meski perceraian adalah sesuatu yang dilarang dalam agama, namun
alangkah lebih baiknya bila kau memilih perpisahan saja daripada
menduakan pasanganmu.
Apa yang kamu dapatkan dari diam-diam menduakan pasanganmu, bukankah kau hanya menyakiti pasanganmu sendiri?
Selain itu kau juga hanya menambah dosa dalam hidupmu sendiri karena
menyakiti pasanganmu dan berduaan dengan seseorang yang bukan
pasanganmu.
Kalau kau merasa ada masalah dalam rumah tanggamu ada yang kurang
dalam hubunganmu, bicaralah pada pasanganmu carilah jalan keluarnya
bersama.
Yang menguntungkan bagi kalian bersma dan tidak saling menyakiti.
Tapi jika masalahnya kau merasa bosan, kau merasa bisa menemukan yang
lebih baik dari pasanganmu, itu masalahmu sendiri.
Jadi selesaikan masala dalam dirimu sendiri, yang namanya manusia
pasti ada berubahwa jika perubahan itu karena sesuatu yang lumrah
terjadi entah karena sibuk atau faktor usial kau harus bisa memaklumi
pasanganmu.
Selamanya perselingkuhan itu tidak akan mendatangkan kebahagiaan.
Tapi sudah pasti nendatangkan dosa, bagimu yang selingkuh dan bagi dia
yang menjadi selingkuhanmu.
Akhir dari sebuah perselingkuhan itu sudah pasti luka dan kebahagiaan diatas luka orang lain.
Tidak ada yang namanya perselingkuhan itu tidak dosa, kecuali hanya
bagi dirimu sendiri yang merasa kau tak berdosa mendzalimi pasanganmu.