Loading...
Setiap manusia memang tidak bernasib sama. Seperti halnya dengan
Dimas Andre Kurniawan. Ketika anak-anak 12 tahun seusianya menempuh
pendidikan di jenjang SMP, Dimas justru hanya bisa tergolek lemah di
rumah karena kondisinya.

Kesedihan yang dirasakan oleh Ramelan kian bertambah tatkala ditinggal pergi oleh istri tercinta, yang mengidap kanker serviks.
Kondisi ekonomi keluarga Ramelan kini kian susah, karena ia sudah benar-benar tak bisa bekerja, sampai membuat pembayaran biaya sekolah kakak Dimas yang bernama Melati Suryaningrum menunggak hingga lima bulan.
“Tapi saat ini sudah dibayarkan oleh komunitas relawan agar Melati bisa tetap sekolah. Apalagi, sebentar lagi dia akan ujian jadi saya berusaha agar dia bisa lulus sekolah,” kata dia.
Tak banyak inginnya, Ramelan hanya berharap bisa membuka usaha di depan rumah untuk kelangsungan hidup keluarganya sembari mengasuh sang anak, Dimas.
Sumber : palingseru.com

Ramelan, ayah Dimas, menerangkan
jika kondisi terkini Dimas disebabkan kejadian masa lampau, saat dirinya
masih dalam kandungan ibunya.
“Saat itu (hamil 5 bulan), istri saya kerja di pabrik. Waktu di kamar mandi terpeleset, sehingga bayinya harus dikeluarkan,” terangnya, dilansir Kompas.com.
Akibat usia kandungan yang masih sangat muda, Dimas pun memiliki
sejumlah gangguan diantaranya di syaraf punggung dan kepala, yang kini
membuat ia tidak bisa tumbuh berkembang secara normal dan hanya memiliki
berat badan tak lebih dari 10 kilogram.“Saat itu (hamil 5 bulan), istri saya kerja di pabrik. Waktu di kamar mandi terpeleset, sehingga bayinya harus dikeluarkan,” terangnya, dilansir Kompas.com.
Kesedihan yang dirasakan oleh Ramelan kian bertambah tatkala ditinggal pergi oleh istri tercinta, yang mengidap kanker serviks.
Dan sejak kepergian istrinya, Ramelan jadi harus memainkan dua peran sekaligus sebagai ayah-ibu.
Namun Ramelan tak bisa lagi bekerja penuh waktu seperti sedia kala, lantaran Dimas membutuhkan perhatian khusus.
“Bahkan untuk mandi dan menggantikan baju pun harus saya. Pernah saya
titipkan ke kakak saya, tapi dia malah meng-kakukan diri saat ganti
baju,” cerita Ramelan.Namun Ramelan tak bisa lagi bekerja penuh waktu seperti sedia kala, lantaran Dimas membutuhkan perhatian khusus.
Kondisi ekonomi keluarga Ramelan kini kian susah, karena ia sudah benar-benar tak bisa bekerja, sampai membuat pembayaran biaya sekolah kakak Dimas yang bernama Melati Suryaningrum menunggak hingga lima bulan.
“Tapi saat ini sudah dibayarkan oleh komunitas relawan agar Melati bisa tetap sekolah. Apalagi, sebentar lagi dia akan ujian jadi saya berusaha agar dia bisa lulus sekolah,” kata dia.
Tak banyak inginnya, Ramelan hanya berharap bisa membuka usaha di depan rumah untuk kelangsungan hidup keluarganya sembari mengasuh sang anak, Dimas.
Sumber : palingseru.com