Wednesday, February 5, 2020

Nenek Satiyamah Hidup Sebatang Kara di Pasuruan, Belum Tersentuh Bantuan

Loading...

Loading...
umur yang sudah renta dan juga hidup di umur senja, membikin kehidupan satiyamah (85) , amat memilukan.



masyarakat dusun randukerto, desa rebalas, kecamatan grati, kabupaten pasuruan ini hidup sebatang kara di rumah yang amat tidak layak. tetapi sayang nenek satiyamah luput dari atensi pemerintah.

nenek satiyamah tinggal di rumah reyot. bangunan berdimensi 3×6 m itu kondisinya lebih kurang baik dari kandang.
rumah tersebut dibuat dari bambu. bangunannya sudah miring dan juga ringkih sampai – sampai rawan ambruk.
dindingnya dibuat dari anyaman bambu sudah bolong – bolong dan juga rusak. atap dari seng sudah berkarat dan juga banyak lubang.
lantai rumah dari semen, tetapi sudah rusak dan juga bercampur tanah. keadaan dalam rumah satiyamah lebih memprihatinkan.
tempat tidur buat merebahkan badannya yang renta sudah kira – kira ambruk. tidak terdapat kasur buat menopang badan lemah satiyamah.
perabotan rumah tangga di dalam rumah pula membikin miris. sebagian perabotan dari plastik yang sudah kumal berantakan dan juga tidak terurus.
dengan ketabahan dan juga kesabarannya yang luar biasa, nenek satiyamah tinggal dan juga bertahan hidup di dalam gubuk tersebut.
sepanjang ini ia masak dengan tungku tanah liat. ia mengandalkan ranting dan juga dahan kayu buat menyalakan api.
di penghujung umurnya yang terus menjadi redup, dia wajib berjuang sendirian penuhi kebutuhan hidup tiap hari.
satiyamah senantiasa bekerja bagaikan buruh mengumpulkan buah kapuk yang rontok. terlebih lagi dia kadangkala bekerja bagaikan buruh tani walaupun badannya tidak sekuat lagi.
satiyamah juga mengutarakan kekhawatiran dan juga waspadai apabila rumah kayu reyotnya ambruk.
terlebih dikala masa hujan datang. walaupun senantiasa takut, satiyamah tidak memiliki opsi. rumah reyot itu salah satunya tempat dia terlindung
“takut ambruk, ” ucap satiyamah.
ia mengaku tiap malam kedinginan karna angin masuk dari seluruh penjuru rumah yang berlubang. dikala hujan, air masuk dalam rumah karna banyak atap yang bocor.
walaupun kondisinya amat memilukan, satiyamah mengaku tidak sempat memperoleh dorongan dari pemerintah.
sementara itu, dia sepatutnya diprioritaskan buat menemukan bermacam dorongan sosial.
“nggak oleh (tidak mampu dorongan) , ” tuturnya.
hal – hal satiyamah yang tidak sempat menemukan dorongan dibenarkan tetangganya.
“nggak sempat mampu dorongan sang nenek. kasihan nenek. hidup seorang diri begini, ” ucap samsudin, salah satu tetangganya.
samsudin seorang diri senantiasa berupaya menolong satiyamah, baik mengangkut perabotan, memperbaiki atap ataupun pekerjaan berat yang lain.
dia berharap satiyamah menemukan atensi dari pemerintah. sampai – sampai dapat menghabiskan sisa hidupnya dengan kondisi lebih baik dan juga aman.
( sumber: https: //islamidia. com/nenek – satiyamah – hidup – sebatang – kara – di – pasuruan – belum – tersentuh – bantuan/ )

Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Nenek Satiyamah Hidup Sebatang Kara di Pasuruan, Belum Tersentuh Bantuan

Comments
0 Comments