Loading...
Bagi
anak-anak, uang jajan merupakan hal yang sangat penting. Beruntung jika
mereka punya orang tua yang berkecukupan, sehingga uang jajan yang
diinginkan pun bisa didapat dengan mudah. Tapi bagi mereka yang
beruntung, mau tidak mau mereka harus memutar otak hanya demi uang
jajan.


Sebuah
kisah inspiratif datang dari kakak-adik asal Filipina bernama Manuelita
(13) dan Micko Borbon (12). Kedua bocah ini rela membuka usaha jasa
reparasi sepatu hanya demi uang jajan. Hebatnya lagi, mereka membuka
usaha sendiri tanpa mengorbankan waktu sekolahnya.
Murid yang
bersekolah di Palawan National School, Puerto Princesa, Palawan,
Filipina, tersebut setiap hari berangkat pagi-pagi dan membuka lapak
jasanya di pinggir jalan. Mereka dengan suka cita menawarkan jasa
reparasi sepatu.
Saat ada
pelanggan, mereka dengan senang hati akan langsung mengerjakan
pesanannya. Kedua bocah ini akan berusaha untuk menyelesaikan sebanyak
mungkin sepatu pelanggannya, hingga terkumpul uang yang cukup untuk
sekedar membeli jajanan dan makan siang.
Dilansir
dalam Elite Readers, meskipun tidak menyebut jumlah yang pasti, tapi
Manuelita dan Micko mengaku jika uang yang dihasilkannya dari jasa
reparasi sepatu sudah lebih dari cukup untuk sekedar memenuhi uang jajan
dan makan siang.
Sedangkan
untuk kelebihannya, mereka mengumpulkannya untuk membantu orang tuanya
membayar biaya sekolah, atau membayar kebutuhan lainnya, termasuk modal
untuk usaha jasa reparasi sepatu, membeli buku sekolah, pakaian sekolah,
dan keperluan lainnya.
Manuelita
dan Micko mengaku jika dirinya tidak malu dengan profesi yang
digelutinya. Untuk hari ini mungkin banyak orang yang memandangnya
dengan belas kasihan, tapi kedua anak ini yakin jika usahanya ini akan
berbuah manis di masa depan.
Belajar Dari Orang Tuanya
Kemahiran
mereka dalam memperbaiki sepatu yang rusak sudah cukup lama dikenal
orang-orang di wilayahnya. Mereka belajar kemampuan ini dari orang
tuanya, Emmanuel dan Mary Ann Borbon, yang juga menjalani profesi yang
sama.
Pasangan
ini sudah punya tempat khusus di salah satu sudut kota Puerto Princesa,
terpisah cukup jauh dari lokasi tempat Manuelita dan Micko Borbon
membuka usaha reparasi sepatunya. Dengan demikian, berkesempatan untuk
mendapat pelanggan yang lebih banyak.
Mengenai
kegiatan kedua anaknya, Mary Ann mengaku sudah tahu dan tidak bisa
berbuat apa-apa. Menurutnya, jasa reparasi sepatu merupakan ide
anak-anaknya, dan orang tua hanya sebatas mengajari, dan memberikan
mereka sedikit modal.
Mary Ann
pun cukup bangga dengan Manuelita dan Micko Borbon. Di usianya yang
terbilang sangat muda, keduanya sudah belajar untuk hidup mandiri. Tentu
saja Mary Ann mengizinkan kedua anaknya untuk membuka usaha sendiri
dengan syarat, tetap memprioritaskan sekolah. Keren!